ORADO Tuba Raih Dua Gelar Juara Kelas Junior Di HUT POMAD Ke : 80 Tahun

Bandarlampung – (Suara Trans.Co.Id) — Ketua Umum Olahraga Domino Kabupaten Tulangbawang (Ketum ORADO Kab.Tuba) Gentur Sumedi, mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas partisipasi rombongannya dalam Kejuaraan Antar Klub se-Provinsi Lampung. Ajang ini digelar selama dua hari (10-11 Mei) dalam rangka memperingati HUT ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) tahun 2026. “Ucapan terima kasih dan syukur saya sampaikan kepada semua elemen serta rekan-rekan klub domino se-Tuba. Berkat kekompakan dan dukungannya, kita bisa mengirimkan 10 klub untuk kelas senior dan 3 tim kelas junior ke ajang yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung ini,” jelas Gentur. Jum’at (11/5/26).

Ia melanjutkan, meski tim senior belum berhasil membawa pulang gelar juara, rasa bangga tetap terasa mengingat semangat yang ditunjukkan seluruh peserta. Menurutnya, nilai kebersamaan justru menjadi hal paling berharga dalam keikutsertaan kali ini.
Menang atau kalah dalam turnamen itu hal biasa. Namun yang luar biasa di sini, Tuba bisa mengirimkan 10 klub. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh, mereka tetap rela meluangkan waktu untuk bertanding,” urainya.
Tak disangka-sangka kabar menggembirakan datang justru dari tim junior. Gentur menyebutkan dua posisi teratas berhasil diraih perwakilan dari tim junior ini, dengan hanya satu tim yang tersingkir di babak awal.“Memang tim senior belum menyabet juara, tapi kita patut bersyukur. Di kelas junior, Tuba berhasil meraih juara 1 dan juara 2, dan hanya satu tim yang gugur,” tambahnya lagi.
Berikut rincian peraih juara: Juara 1. – Naufal Affandi yang berpasangan dengan Ahmad Rayhan. Juara 2. – Ferdiansyah berpasangan dengan Sabar. Keempat atlet tersebut berasal dari klub Domino Granula (Griya Nuansa Menggala) yang dibina oleh Ahmad Sidiq.
Salah satu orang tua atlet sekaligus pembina klub, Rustam Effendi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini. Ia melihat perubahan positif pada putranya sejak rutin mengikuti latihan dan perlombaan. Menurutnya, olahraga ini mampu mengurangi kebiasaan anak yang sering menghabiskan waktu bermain gawai (Games),”tuturnya.“Saya mendukung penuh karena sejak ORADO diakui sebagai cabang olahraga resmi, saya lihat perubahan pada anak saya. Begitu tahu ada lomba, dia jadi lebih rajin berlatih dan mengurangi main HP. Bahkan, kedekatan kami pun terasa semakin erat. Semoga ke depannya dia terus berprestasi di berbagai bidang,” pungkas Rustam.
Hal senada disampaikan Ahmad Sidiq, selain sebagai pembina ia juga merupakan orang tua dari Sabar yang meraih juara kedua. Ia mengaku bangga melihat semangat putranya dalam mengikuti setiap tahapan latihan hingga bertanding.“Saya sangat bangga melihat Sabar bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di sini. Awalnya dia hanya mencoba, tapi lama-kelamaan tumbuh rasa percaya diri yang besar. Saya berpesan, jadikan prestasi ini sebagai awal, bukan akhir. Tetap rendah hati, terus latihan, dan jaga sikap di mana pun berada,” tutup Ahmad Sidiq.
(Red).





